Dia adalah sosok sahabat yang selalu ada disaat aku kesulitan, menemaniku disaat sepi datang dan teman mainlah. 3 tahun aku menjalani persahabataan serta canda tawa yang membuat kita lebih mengenal karakter satu sama lain dan memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semua orang bilang, bahkan aku sendiri pun mengatakan bahwa persahabatan antara cewek dan cowok pasti akhirnya ada pihak yang kalah dengan perasaan, yaitu Cinta. Aku tidak memungkiri hal itu bila terjadi. Aku tidak mengatakan dan tidak berpikiran sama sekali hal itu akan terjadi pada kami karena sudah berjalan 3 dan semuanya masih terkendali. Lambat waktu berjalan dan menjalani hari dengan biasanya.
Tidak ada yang dapat disalahkan akan ataumengapa hal ini terjadi, akhirnya semua yang ku takutkan dan aku hindari demi persahabatan kami pun terjadi, aktidak bisa menyalahkan siapapun atau menyalahkan dia yang sudah menyatakan hal yang aku takutkan selama ini. Semua itu wajar dan normal, akhirnya aku berpikiran ke arah yang positif dan menyambut baik apa yang dia katakan. Akusepakat untuk menjalani keberprosesan bersama dia, dia sahabatku menjadi seseorang yang berbeda didalam hidup dan hatiku.
Bimbang, bingung, galau atau apakah itu bercampur menjadi satu. Hingga tiba saatnya dia menyatakan kepastian yang selama ini aku janjikan. Aku harus bagaimana, bingung, resah, gelisah. Kehilangan dia sebagai apapun itu, entah sebagai sahabat atau sebagai seseorang yang spesial pun aku tak mampu dan tidak mempunyai kesiapan itu. Apakah harus terus kuulur waktu ini pun aku tak tahu, bagaimana aku harus bersikap dan bertindak pun aku bimbang dan semua ku jalani dengfan perasaan yang tak pasti, entah itu apa, apa atau apa. aku tak mampu menjelaskan, menjabarkan ini menjadi sesuatu yang mudah dimengerti oleh orang lain, dia, bahkan diriku sendiri.
Apakah aku sayang dia butuh dia atau hanya ingin menjaga perasaannya atau tidak ingin menyakiti dia atau bahkan tidak ingin kehilangan dia sebagai apapun dia bagiku. Ku memikirkan sampai aku memberikan kepastian padanya yang sudah memberikan seluruh hatinya untuk aku. Berpikir dan terus berpikir dan terus menjalani keberprosesan itu untuk kebaikan dan masa depan kita.
Aku tak ingin kehilangan dia sebagai apapun dia bagiku..